Senin, 12 November 2012

PULAU SEMBULANG TERBAGI MENJADI 3 WILAYAH BY JASNI


PULAU SEMBULANG TERBAGI MENJADI 3 WILAYAH
BY JASNI



Assalamuallaikum wr.wb

‘’ANAK NELAYAN MEMBELI BENANG
BENANG DI BELI NGIKAT SERAMPANG
KALAU MENGINJAK PILAU SEMBULANG
JAUH DI MATA SELALU TERBAYANG’’

Kepada pembaca yang budiman artikel ini saya sampaikan hanya sebatas pengetahuan dan wawasan untuk mengenal pulau sembulang. Pulau sembulang adalah sosok pulau yang terletak di ujung pesisir pulau batam, lebih strategis letak geografis pulau sembulang adalah berada di wilayah kecamatan galang kota batam. Kantor camat galang terletak di pulau sembulang lebih kurang 12 km dari simpang jalan raya, pintu masuk ke kelurahan sembulang terletak di sungai raya ada gerbang yang berlambangkan seekor burung elang yang di design sebagus mungkin oleh arsitektur dalam proses pembangunan pulau sembulang.
            Pulau sembulang terbagi menjadi tiga yaitu wilayah
1. Sembulang Hulu
           
Gambar sembulang hulu
Sembulang hulu adalah sebuah perkampungan bagian dari wilayah kelurahan sembulang, yang terletak sebelum menuju kantor camat galang. Ada persimpangan sebelah kiri dari batam masuk ke dalam sekitar 1 KM. Sembulang hulu terdiri dari sekitar ;ebih kurang 40 KK, mulai dari masyarakat tempatan sampai pendatang. Sembulang hulu terkenal dengan sebutan kampung hulu atau ( KAMPONG PENOH KENANGAN ). MENGAPA DEMIKIAN ?
            Karena siapapun yang menginjakan kaki di kampung ini akan terkenang sepanjang masa, alhamdulillah kampung yang masih penuh dengan kenyamanan ini selalu terjaga keindahan budaya yang telah di wariskan oleh nenek moyang kami dahulu. Kami ssebagai pemuda kampung hulu akan selalu menjaga , merawat, dan melestarikan SDM yang ada di pulau ini.
Adapun kelebihan kampung hulu adalah banyaknya buah-buahan tanaman tua karena pada masa dahulu masyarakat ini suka bercocok tanam. Alasanya karena apabila usia sudah tidak memungkinkan lagi untuk melaut masih ada yang di harapkan yaitu dari hasil perkebunan tanaman tua seperti buah , DURIAN, MANGGA, BUAH RAMBAI, JAMBU MERAH, JAMBU BOL, RAMBUTAN, JENGKOL, PETAI, CEMPEDAK, NANGKA,KUENI, DAN SAWO.
            Adapun di antara dari banyak jenis buah yang ada di atas yang menjadi buah favourite masyarakat kampung hulu adalahbuah sawa, karena buah sawo ini adalah tergolong buah yang bisa menghasilkan dan mendukung tingkat penghasilan masyarakat sembulang hulu.


2. Sembulang pasir merah
           
GAMBAR SEMBULANG PASIR MERAH
Sembulang pasir merah adalah sembulang yang terletak di wilayah kantor camat dan kantor lurah. Sembulang pasir merah ramai akan penduduk mulai dari masyarakat tempatan sampai pendatang, akan tetapi mayoritas masyarakat tempatan. Sembulang pasir merah merupakan pusat keramaian, mengapa demikian ?

Apabila ada acara seperti KENDURI SENI MELAYU, PESTA ANAK PULAU, KEGIATAN MEMPERINGATI HARI 17 AGUSTUS, selalu di padati oleh masyarakat dari penjuru pulau lain yang ada di wilayah kecamatan galang karena sembulang selalu menjadi tuan rumah dalam event tersebut. Keindahan dan letak strategis pulau sembulang menjadi sorotan maasyarakat pulau lain. Pulau sembulang luas akan wilayah dan mempunyai pantai yang panjang dan luas untuk area kegiatan kermaian. Meskipun pantainya tidak terawat dengan baik tetapi lebih cocok di gunakan untuk acara-acara seperti pesta anak pulau yang telah di adakan setiap tahun. Berkat solidaritas dan partisifasi yang tinggi masyarakat sembulang event yang di adakan bisa terlaksana dengan baik, mulai dari fasilitas, konsep penyusunan acara kegiatan sampai pelaksana kegiatan dapat berjalan dengan  sukses.
3. Sembulang tanjung

GAMBAR SEMBULANG TANJUNG
            Sembulang tanjung adalah sembulang yang terletak di pesisir tanjung pulau sembulang, sembulang tanjung mempunyai masyarakat yang paling sedikit di bandingkan dengan sembulang hulu dan sembulang pasir merah. Sembulang tanjung mempunyai pantai yang luas yang di hiasi dengan pohon kelapa. Akan  tetapi lapangan bola kaki, dan restauran terletak tepat di bagian dari sembulang tanjung, inilah yang menjadi kelebihan dari sembulang tanjung.

GAMBAR : ‘’ M.SANI, JASNI, DAN M.NAFI PEMILIK SAMPAN BUNTAT PUSAKA SALAH SATU PESERTA LOMBA SAMPAN LAYAR DALAM ACARA PESTA ANAK PULAU DI PANTAI SEMBULANG TANJUNG.’’






PANTAI SEMBULANG TANJUNG DALAM ACARA PESTA ANAK PULAU

Rabu, 07 November 2012

LASKAR ANAK PULAU

 FILM LASKAR ANAK PULAU
BY JASNI SEMBULANG




Satu lagi film karya sineas Batam resmi diluncurkan dan diputar perdana di gedung Sumatera Convension Center (SCC) Batam Center, Minggu 15 Januari 2012. Sebuah film yang mengangkat kisah nyata kegetiran hidup anak-anak di pulau hinterland, yang harus berjuang keras untuk bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah, karena terlebit masalah ekonomi.
Tidak hanya itu, film ini juga banyak menyampaikan pesan moral kepada penonton untuk mencintai budaya daerah yang sudah semakin luntur. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Mak Yong adalah seni tradisi yang berasal dari Kepri. Dan apa atau bagaimana Mak Yong itu mungkin banyak anak sekolah atau bahkan orang dewasa tidak tahu sama sekali.
Lewat film ini kita bisa menyaksikan itu semua. Itulah sebabnya kita patut mengacungkan jempol kepada kru, pemain dan terlebih produser film ini, kerana ide brilliant mereka film dapat dinikmati oleh semua orang. Sebuah cita-cita yang sangat mulia karena ingin memajukan pendidikan anak-anak hinterland melalui film nasional. Terlebih lagi film karya sineas Batam ini tidak kalah kualitasnya dengan film nasional karya sutradara dan produser yang sudah terkenal ke mana-mana.
Apresiasi juga patut diberikan kepada pemerintah Kota Batam dan Kepri yang sangat mendukung launching film ini.
Apalagi pada peluncuran film ini berhasil menggalang dana membelikan tiket anak-anak panti asuhan dan hinterland yang jumlahnya sekitar 8.932 tiket.
Harapannya tidak lain adalah memberi semangat dan motivasi anak-anak kurang mampu untuk tidak mudah putus asa, melainkan terus berusaha untuk bisa bersekolah. Semua anak pulau harus sekolah, agar mereka dapat meningkatkan derajat hidup mereka di masa depan.
Lalu bagaimana dengan kita yang hanya tinggal menonton saja? Ayo kita dukung karya sineas Batam ini agar sukses di pasaran. Bukankah bila sukses di pasaran akan mendorong lagi kebangkitan para sineas Batam untuk terus dan terus berkarya?
Jangan lupa, letak geografis Batam yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia punya dampak yang sangat besar, bahwa kita tidak lagi berorientasi nasional melainkan internasional.
Tentunya kita semua bangga bila perfiliman nasional semakin maju karena di dalamnya ikut andil para sineas Batam yang tidak akan bosan-bosannya mengangkat Kepri di tengah alur cerita filmnya. Bravo sineas Kepri. **

Penutupan Bola Kaki.KARAS

Penutupan Bola Kaki. Cetak
Minggu, 13 November 2011 09:29
liputan dari Batam.
Turmamen Sepak Bola Karas Cup I hari  Sabtu tanggal 12 November 2011 dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan RI yang ke 66 ditutup oleh Kepala Dinas Pasar Koperasi dan UKM Kota Batam  Amsakar Ahmad S.Sos  mewakili Wakil Walikota Batam  H. Rudi SE.
Dalam rombongan ini juga hadir Camat Galang Bapak Leo Putra dan beberapa orang lurah di Kota Batam.
Sebagai pembukaan  pidatonya Amsakar menyampaikan salam dan permintaan maaf Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota Batam kepada masyarakat kelurahan Karas dan para hadirin yang hadir dilapangan sepak bola Kampung Air Mas Karas ini, karena tidak dapat menghadiri acara penutupan Turnamen Sepak Bola ini dikarenakan oleh banyak agenda yang harus diselesaikan dan tidak dapat ditinggalkan.
Dalam pembukaan pidatonya Amsakar memberikan dua rangkap pantun sebagai kata pembukaan kemudian melanjutkan dengan memberikan ucapan selamat atas telah terselenggaranya turnamen sepak bola ini berkat kerjasama panitia dan segenap elemen masyarakat dan  kepada seluruh tim yang telah sempat menghadiri dan mengikuti acara ini, mudah-mudahan dengan suksesnya acara ini akan lebih dapat lagi mempereratkan lagi silatrrahim diantara clup dan masyarakat secaraluas lagi, semoga keakraban ini tetap berlanjut untuk masa yang akan datang.
Lanjut Amsakar setibanya pertama kali di Karas ini telah membuat dirinya teringat akan kampung halamannya di Dabo Singkep karena keadaan dan lingkungan serta masyarakat di Karas ini sama persis dengan keadaan dikampung tanah kelahirannya sehingga beliau sangat terkesan walaupun baru beberpa menit tiba di Karas , semoga nantinya beliau dapat berkunjung dikelurahan Karas ini. Sebelum  menutup pidatonya dan sekaligus menutup acara turnamen ini Amsakar sempat beramah tamah dengan para hadirin yang telah hadir walaupun cuaca agak kurang bersahabat pada sore itu dan dilanjutkan dengan dua rangkap pantun sebagai kata penutup sekaligus menutup Turnamen Sepak Bola Karas Cup I di Kelurahan Karas ini.
Kemudian diteruskan dengan pemberian hadiah untuk tim pemenang Turnamen ini sebagai penghargaan berupa satu buah piala tetap dan uang pembinaan yang telah disediakan oleh panitia.
Yang menjadi pemenang pertama pada acara turnamen kali ini yaitu juara satu dimenangkan oleh tim sepak bola dari Bagan, Juara dua oleh tim Air Lingka, juara tiga oleh tim Ngenang dan juara harapan satu oleh tim Blongkeng.
Setelah selesai  penutupan acara Turnamen tersebut Amsakar beserta rombongan menyempatkan diri sholat magrib berjemaah di mesjid Nurul ulum Kampung Padang Karas sebelum melajutkan menyeberang laut dengan menggunakan bot pancung ke Sembulang untuk kembali ke Kota Batam.       
Terakhir Diupdate ( Senin, 14 November 2011 01:33 )