Rabu, 07 November 2012

LASKAR ANAK PULAU

 FILM LASKAR ANAK PULAU
BY JASNI SEMBULANG




Satu lagi film karya sineas Batam resmi diluncurkan dan diputar perdana di gedung Sumatera Convension Center (SCC) Batam Center, Minggu 15 Januari 2012. Sebuah film yang mengangkat kisah nyata kegetiran hidup anak-anak di pulau hinterland, yang harus berjuang keras untuk bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah, karena terlebit masalah ekonomi.
Tidak hanya itu, film ini juga banyak menyampaikan pesan moral kepada penonton untuk mencintai budaya daerah yang sudah semakin luntur. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Mak Yong adalah seni tradisi yang berasal dari Kepri. Dan apa atau bagaimana Mak Yong itu mungkin banyak anak sekolah atau bahkan orang dewasa tidak tahu sama sekali.
Lewat film ini kita bisa menyaksikan itu semua. Itulah sebabnya kita patut mengacungkan jempol kepada kru, pemain dan terlebih produser film ini, kerana ide brilliant mereka film dapat dinikmati oleh semua orang. Sebuah cita-cita yang sangat mulia karena ingin memajukan pendidikan anak-anak hinterland melalui film nasional. Terlebih lagi film karya sineas Batam ini tidak kalah kualitasnya dengan film nasional karya sutradara dan produser yang sudah terkenal ke mana-mana.
Apresiasi juga patut diberikan kepada pemerintah Kota Batam dan Kepri yang sangat mendukung launching film ini.
Apalagi pada peluncuran film ini berhasil menggalang dana membelikan tiket anak-anak panti asuhan dan hinterland yang jumlahnya sekitar 8.932 tiket.
Harapannya tidak lain adalah memberi semangat dan motivasi anak-anak kurang mampu untuk tidak mudah putus asa, melainkan terus berusaha untuk bisa bersekolah. Semua anak pulau harus sekolah, agar mereka dapat meningkatkan derajat hidup mereka di masa depan.
Lalu bagaimana dengan kita yang hanya tinggal menonton saja? Ayo kita dukung karya sineas Batam ini agar sukses di pasaran. Bukankah bila sukses di pasaran akan mendorong lagi kebangkitan para sineas Batam untuk terus dan terus berkarya?
Jangan lupa, letak geografis Batam yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia punya dampak yang sangat besar, bahwa kita tidak lagi berorientasi nasional melainkan internasional.
Tentunya kita semua bangga bila perfiliman nasional semakin maju karena di dalamnya ikut andil para sineas Batam yang tidak akan bosan-bosannya mengangkat Kepri di tengah alur cerita filmnya. Bravo sineas Kepri. **

Tidak ada komentar:

Posting Komentar